PENGGUNAAN BAHASA MAHASISWA MULTIETNIK DALAM MEDIA SOSIAL (THE USE OF LANGUAGE OF UNIVERSITY STUDENTS IN SOCIAL MEDIA)

Emma Maemunah

Abstract


Keberagaman etnik dalam komunitas mahasiswa memunculkan suatu nuansa dan fenomena yang khas dan berbeda dalam penggunaan bahasa. Masyarakat multietnik cenderung menggunakan bahasa yang berbeda-beda ketika berkomunikasi dengan etnik satu dan etnik lainnya. Keberagaman etnik dan bahasa tersebut memungkinkan seseorang menjadi mampu menggunakan lebih dari satu bahasa. Komunikasi saat ini dapat dilakukan melalui berbagai media, salah satunya adalah media sosial. Banyak sekali media sosial yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, seperti facebook, twitter, bbm (blackberry messenger), line, dan whatsapp. Penelitian dengan ancangan sosiolinguistik dan metode kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan bahasa yang digunakan dalam komunitas mahasiswa multietnik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan oleh mahasiswa multietnik di Kota Semarang dalam media sosial adalah bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Kemultietnikan mahasiswa dengan bahasa yang berbeda mengakibatkan penggunaan campur kode. Faktor penyebab penggunaan bahasa tertentu antarmahasiswa multietnik adalah stimulus atau inisiasi yang disampaikan oleh penutur pertama. Selain itu, faktor latar atau situasi bahasa tertentu digunakan, faktor penutur dan petutur yang melakukan percakapan, maksud dan tujuan yang diinginkan oleh penutur dan petutur, bentuk pesan dan isi pesan yang dipilih oleh penutur dan petutur turut memengaruhi bahasa yang digunakan.

 

ABSTRACT

The ethnical variety in the university student community has brought a unique phenomena and different nuance in their language use. The students in the multiethnic community tend to use various languages to communicate to each other. Those various ethnics and languages would encourage the member of the community to use more than one language. In the other hand, people could communicate nowadays through all sorts of media. One of them is social media. Some of the social medias such as facebook, tweeter, bbm (blackberry messenger), line, and whatsapp could be used as mean of communication. This research uses approach in sociolinguistics and qualitative-descriptive method. The aim of this research is describing the language use in students’ multiethnic community. The result shows that the language used in multiethnic students in Semarang in social media is Indonesian, local, and foreign languages. The students in different language multiethnic community used the code-mixing. The factor that causes a certain language use in multiethnic students is the stimulus or the initiation uttered by the fi rst speaker. The other factor such as setting or situation where a certain language used, speaker, and hearer that are involved in the conversation, form and contain of the message chosen by the speaker and the hearer, have also infl uence the language used. 


Keywords


campur kode; media sosial; multietnik (code mixing; social media; multiethnic)

Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Handono, Suryo dkk. 2013. Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Propaganda Politik. Semarang: Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

---------. 2013. Pilihan Bahasa Masyarakat Dwibahasa Jawa-Indonesia pada Ranah Sekolah Menengah Atas Kota Semarang. Yogyakarta: Elmatera.

Husada, Sena budi. 2007. “Register Chatting Para Chatter”. Skripsi. Surakarta: FKIP UNS Surakarta.

Hymes, Dell. 1975. Foundations in Sociolinguistics. An Ethnographic Approach. The University of Pennsylvania Press, Inc.

Karsana, Dewi. 2009. Sikap dan Pemertahanan Bahasa Sunda di Kota Palu (Studi Kasus Paguyuban Warga Saluyu). Dalam Multilingual. Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan. Balai Bahasa Provinsi Palu. Volume 2 Tahun VIII. Desember 2009.

Kridalaksana, Harimurti. 2011. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Mutmainah, Yulia. 2008. “Pemilihan Kode dalam Masyarakat Dwibahasa: Kajian Sosiolinguistik pada Masyarakat Jawa di Kota Bontang Kalimantan Timur”. Program Studi Linguistik (S2). Semarang: Universitas Diponegoro.

Sumarsono dan Paina Partana. 2004. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda.

Suwito. 1985. Pengantar Awal Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Surakarta: Henary Cipta.

Wardhaugh, Ronald. 1986. An Introduction to Sociolinguistics. Oxford: Basil Blackwell.

http://journal.um.ac.id/index.php/jph/article/viewArticle/4440




DOI: https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v12i1.107

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 JALABAHASA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JALABAHASA INDEXED BY:

   

 ________________________________________________________________________________________________________

@2017 Jalabahasa (e-ISSN 2615-6032, p-ISSN 1858-4969)

Balai Bahasa Jawa Tengah

Jalan Elang Raya 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50272

Telepon 024-76744357, 76744356; Faksimile 024-76744358; Pos-el  jalabahasa.bbjt@gmail.com

Powered by OJS

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.