METAFORA SEKSUAL DALAM SERAT CENTHINI SEBAGAI WUJUD REPRESENTASI AJARAN KESEMPURNAAN HIDUP MASYARAKAT JAWA

Nurnaningsih Nurnaningsih

Abstract


ABSTRAK

Metafora seks dalam Serat Centhini termasuk bahasa figuratif. Bahasa sebenarnya sebuah tanda yang mencerminkan pola pikir, pandangan hidup atau pandangan dunia masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan ajaran kesempurnaan hidup di balik metafora seks dalam Serat Centhini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori mitologi Roland Barthes tentang signifikasi makna. Sumber data dalam penelitian ini adalah Serat Centhini berupa tulisan Latin terdiri dari 12 jilid diterbitkan oleh Karkono Kamajaya melalui Yayasan Centhini tahun 1986 dan narasumber. Datanya berupa data kebahasaan yang berwujud larik yang ada berikut metaforiknya, terutama yang mengandung metafora seksual dan transliterasi hasil wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa ajaran seks dalam SC yang diwujudkan dengan gaya bahasa metafora sebenarnya mencerminkan pandangan hidup masyarakat Jawa. Manusia hendaknya selalu sadar akan bibit kawite 'asal mulanya' dan harus berupaya memaknai makna hidup ini untuk menuju kesempurnaan hidup atau manunggaling kawula Gusti. Konsep ini dalam SC sering diungkapkan dengan bahasa yang arkais, indah, dan santun.

Kata kunci: metafora seksual, Serat Centhini, ajaran hidup

 ABSTRACT

 Sex metaphor in Serat Centhini (SC) is included in  figurative language. Language is actually a sign that reflects the mindset, outlook on life or world view of the people. The purpose of this study is to find the teachings of the perfection of life behind the sex metaphor in SC. This type of research is qualitative research and the method used is descriptive qualitative. The theory used in this research is Roland Barthes's mythology about the significance of meaning. The data source in this research is SC in the Latin writing consists of 12 volumes published by Karkono Kamajaya through Centhini Foundation in 1986 and information from some  informants. The data is linguistic data in the form of an array and its metaphorics, especially that is containing the metaphors of sexual tools and the results of interviews. Sexual intercourse taught in SC with metaphorical language style reminds that humans should always be aware of bibit kawite ‘the origin of marriage'  and must try to interpret the meaning of life in order to achieve the perfection of life ‘manunggaling kawula Gusti.’ This concept in SC is often expressed in an archaic, beautiful, and polite language.

Keywords: sexual metaphors, Serat Centhini, teachings of life


Keywords


sastra

Full Text:

PDF

References


AAl-Zwelef, K.M. 2013. “Marital Metaphors in Robert Lowell’s Life Studies”. European Journal of English Language and Literature Studies: Volume 1, Nomor 1, September 2013, hlm.1—15.

Barthes, Roland. 2004. Mitologi (Terj. Nurhadi & Sihabul Millah), Kreasi Wacana, Yogyakarta.

Black, Elizabeth. 2008. Pragmatic Stylistics. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Cormac, Mac Earl R. 1985. A Cognitive Theory of Metaphor. Massachusetts: The MIT Press.

Couey, Stephanie. 2014. “Metal, Sex, Comics, and Poetry: A Look at Contemporary Sublime Terror”. American International Journal of Contemporary Research, Volume 4, Nomor 3, Maret 2014, hlm.11—18.

Grice, H. Paul. 1975. ”Logic and Conversation”. In peter Cole and Jerry L. Morgan (eds.). Syntax and Semantics: Volume 3, 41—58. London: Academic Press.

Haley, Michael C. 1980. “Concrete Abstraction: The Linguistic Universe of Metaphor” dalam Marvin K. Ching dan Michael Haley. 1980. Linguistic Perspectives on Literature. London: Routledge & Kegan Paul. (139—154).

Hawkes, Terence. 1980. Structuralism and Semiotics. London: Metuen & Co. Ltd.

Junanah. 2008. ”Pengaruh Bahasa Arab dalam Centhini”. Makalah Seminar Centhini. Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta.

Keraf, Gorrys. 1981. Diksi dan Gaya Bahasa. Ende: Nusa Indah.

Knowles, Murray & Moon, Rosamund. 2006. Introducing Metaphor. English: Routledge Taylor & Francis Group.

Kovesces, Zoltan. 2003. Metaphor and Emotion. Cambridge: Cambridge University Press.

Lunsford, Ronald F. 1980. “Byron’s Spatial Metaphor. A Psycholinguistic Approach” dalam Marvin K. Ching dan Michael Haley. 1980. Linguistic Perspectives on Literature. London: Routledge & Kegan Paul. (155—169).

Marsono, Timbul Haryono, Daru Winarti, & Suparmo. 2005. ”Makanan Tradisional dalam Serat Centhini”. Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT) UGM dan Badan Urusan Logistik Proyek Peningkatan Ketahanan dan Keamanan Pangan.

Marsono. 2008. ”Centhini: Karya Masterpiece Pujangga Jawa”. Makalah Seminar Centhini. Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta.

Miller, George A. 1979. ”Images and Models of Metaphors”. In Ortony 1979: 202—250.

Mooij, J.A.A. 1976. A Study of Metaphor. Oxford: North-Holand Publishing.

Muslifah, Siti. 2004. ”Serat Centhini Episode Centhini Naratologi dan Pendekatan Gender Analisis Fabula”. Tesis S2 Program Studi Sastra, Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Okafor, V.C. 2014. “Metaphor as a Rhetorical Tool in Selected Roman Catholic Bishops’ Pastoral Letters in Onitsha Ecclesiastical Province, Nigeria”. American International Journal of Contemporary Research: Volume 4, Nomor 2, Februari 2014, hlm. 53—63.

Ortony, Andrew. 1979. Metaphor and Thought. United States of America: Cambridge University Press.

Pardi. 2020. “Transformasi Serat Centhini Karya Pakubuwana V dalam Sastra Indonesia Modern” Disertasi S3 Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Pradopo, Rachmat Djoko. 1997. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Picken, Jonathan D. 2007. Literature, Metaphor and The Foreign Language Learner. New York: Palgrave Mac Millan Ltd.

Redaksi Kajawen. 1939. ”Kajawen Pahargyan Surakarta 200 Taun”. Majalah Jawa angka 31, 18 April 1939. Batawi Sentrum: Balai Pustaka.

Saeed, J.I. 2000. Semantics. Oxford: Blackwell.

Scoot, A.F. 1980. Current Literary Term.A Concise Dictionary. London: The Macmilland Press.

Steinhart, E. & E.F. Kittay. 1994. ”Metaphor”. In R.E. Asher and JMY Simpson (eds.) Encyclopedia of Language and Linguistics. 245—246. Oxford: Pergamon.

Sukenti, Kurniasih. 2002. ”Kajian Etnobotani terhadap Serat Centhini” Tesis S2 Program Studi Biologi, Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Sobur, Alex. 2013. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Posdaya.

Subroto, Edi. 2011. Pengantar Studi Semantik dan Pragmatik. Surakarta: Cakrawala Media.

Taylor, John R. 2003. Linguistic Categorization. United States of America: Oxford University Press Inc New York.

Wahab, Abdul. 1995. Kesemestaan Metafora Jawa. Malang: IKIP.




DOI: https://doi.org/10.36567/aly.v16i1.534

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 ALAYASASTRA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ALAYASASTRA INDEXED BY:

       

   

   ________________________________________________________________________

@2017 Alayasastra (e-ISSN 2615-6024, p-ISSN 1858-4950)

Balai Bahasa Jawa Tengah

Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50272

Telepon +6224-76744357, 76744356; Faksimile +6224-76722358; Pos-el alayasastrabbjt@gmail.com

Powered by OJS

Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.