JURU KUNCI: KONTRADIKSI DALAM TIGA CERITA

Harjito harjito

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontradiksi yang dialami juru kunci yang terdapat dalam cerita Indonesia. Terdapat tiga cerita yang menjadi sampel dalam tulisan ini. Satu,  “Juru Kunci” karya Teguh Affandi. Dua, “Juru Kunci Makam Eyang Sakri” karya Mukti Sutarman Espe. Tiga, “Juru Kunci” karya Renny Meita Widjajanti. Juru kunci merupakan penjaga tempat keramat dan dalam tulisan ini terdapat  dua tempat keramat, yaitu makam dan sumur. Ketiga juru kunci, yaitu Mas Pon, Mbah Ban, dan Mbah Kromo. Semua juru kunci berjenis kelamin lelaki dan memiliki kontradiksi masing-masing. Pada pengalaman  Mas Pon, kontradiksi meliputi tempat. Maksudnya, makam yang dahulu dianggap keramat dan sepi, kini menjadi tempat yang banyak dikunjungi pelayat termasuk para pedagang. Makam bukan lagi tempat yang menakutkan. Kontradiksi pada Mbah Ban adalah ia menonton pertunjukkan wayang. Sementara kepada masyarakat  sekitar dan pendatang, ia menyatakan bahwa menonton wayang merupakan perilaku pantangan yang dapat mendatangkan malapetaka. Kontradiksi pada Mbah Kromo adalah ia membawa istrinya yang sakit ke rumah sakit, sementara kepada orang lain ia menganjurkan dan meyakinkan untuk menyembuhkan segala penyakit dengan meminum air sumur. Dengan gambaran tersebut, teks sastra seolah mengejek  perilaku manusia yang kontradiktif.

Keywords


makam; sumur; wayang; menyembuhkan; mengejek

Full Text:

PDF

References


Affandi, Teguh. (2016). “Juru Kunci”. Kedaultan Rakyat, 10 April 2016.

Andezian, Sossie. (2010). “Kawasan magribi (Aljazair, Maroko, Tunisia)” dalam Ziarah dan Wali di Dunia Islam. Henry Chambert-Loir and Claude Guilot (ed). Jakarta: Komunitas Bambu.

“Cerita Juru Kunci 3 Makam Tokoh Ulama Keramat di Proek Tol yang Warganya Takut Membongkar”. dalam http:// www.tribunnews.com/ regional/2017/10/31/cerita-juru-kunci-3-makam-tokoh-ulama-keramat-di-proyek-tol-warga-takut-membongkar. Diunduh 24 Maret 2018, Pukul 22.00. WIB .

Damono, Sapardi Djoko. (2003). Sosiologi Sastra. Semarang: Magister Ilmu Susastra Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Departmen Pendidikan dan Kebudayaan. (2006). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan

Escarpit, Robert. (2008). Sosiologi Sastra. Ida Sundari Husen (trans). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Espe, Mukti Sutarman. (2016). “Juru Kunci makam Eyang Sakri”. Suara Merdeka, 27 November 2016.

Geoffroy, Eric. “Timur Tengah”. 2010. dalam Ziarah dan Wali di Dunia Islam. Henry Chambert-Loir and Claude Guilot (ed). Jakarta: Komunitas Bambu.

Guilot, Claude and Henri Chambert-Loir. (2010). “Indonesia” dalam Ziarah dan Wali di Dunia Islam. Henry Chambert-Loir and Claude Guilot (ed). Jakarta: Komunitas Bambu.

Harjito. (2006). Melek Sastra. Semarang: Kontak Media.

_______. (2017). “Supernatural Women Modernity in Indonesian Literature”. dalam Asian Social Science. Vol. 13, number 10, 2017, 65-74.

Johnson, Randal. (2010). Pengantar dalam Pierre Bourdieu: Arena, Produksi, Kultural Sebuah Kajian Sosiologi Budaya. Yudi Santosa (trans). Bantul: Kreasi Wacana.

Kompas. (2012). “Industri Surat Kabar Bertahan sebagai Surat Kabar Berkualitas”. 25 Oktober 2012.

Kuntowijoyo. (2000). “Selamat Tinggal Mitos”. Kompas. 24 Agustus 2000.

“Menolak Bala di Sumur Kejayaan Makam Sunan Gunung Jati Cirebon”. Dalam http://www. tribunnews.com/tribunners/2016/12/19/menolak-bala-di-sumur-kejayaan-makan-sunan-gunung-jati-cirebon. Diunduh 24 Maret 2018, Pukul 22.30. WIB.

Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional.

Wiregar, Amir Effendi. (2013). “Model Bisnis Media Cetak”. Kompas, 1 Juni 2013.

Sudibyo, Agus. (2016). “Peta Baru Jagat Media”. Kompas, 28 April 2016.

Sunyoto, Agus. (2007). “Ziarah dalam Sufisme Jawa”. Basis, no. 90-10 September-Oktober.

Swingewood, Alan dan Diana Laurenson. (1972). The Sociology of Literature. London: Paladin.

Wellek, Rene dan Austin Warren. (1990). Teori Kesusastraan. Melani Budianta (trans). Jakarta: Gramedia.

Widjajanti, Renny Meita. (2012). “Juru Kunci”. Suara Merdeka, 20 Mei 2012.




DOI: https://doi.org/10.36567/aly.v14i1.138

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 ALAYASASTRA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ALAYASASTRA INDEXED BY:

       

   

   ________________________________________________________________________

@2017 Alayasastra (e-ISSN 2615-6024, p-ISSN 1858-4950)

Balai Bahasa Jawa Tengah

Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50272

Telepon +6224-76744357, 76744356; Faksimile +6224-76722358; Pos-el alayasastrabbjt@gmail.com

Powered by OJS

Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.