MARGINALISASI AGAMA DAN ETNIS TIONGHOA DALAM RIWAYAT NEGERI YANG HARU

Hudha Abdul Rohman

Abstract


This paper discusses how these forms of marginalization that is done the new order government (Orde Baru) which displayed in the collection of elected Kompas short stories in the 1981-1990 Riwayat Negeri yang Haru. A collection of short stories written by 55 authors and published in 2006. This paper uses the theory of marginalization by Alcock (1993) and the approach of the new historicism of Stephen Grenblatt. The results of this paper found that the elected Kompas short story in 1981-1990 represent situations and social conditions of the new order government which marginalize people and minority groups from various aspects such as economic, social, political, and religious. Marginalization against  depicted through various social phenomena associated marginalization of women, the centralization of power, religion, and ethnic Chinese.

Keywords: marginalization, Orde Baru, short story, Kompas, new historicism


Keywords


marginalization, Orde Baru, short story, Kompas, new historicism

Full Text:

PDF

References


Alcock, P. (1993). Understanding Poverty. London: Mac Millan Press Ltd.

Andalas, P.M. (2008). Kesucian Politik: Agama dan Politik di tengah Krisis Kemanusiaan. Jakarta: Penerbit Libri.

Aritonang, J.S. (2004). Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Arivia, G. (2006). Feminisme: Sebuah Kata Hati. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Budianta, M. (2006). Sejarah, Budaya, dan Pasar: New Historicism dalam Perkembangan Kritik Sastra. Susastra, 2 No. 3.

Dahana, R.P. (ed). (2006). Riwayat Negeri yang Haru: Cerpen Kompas Terpilih 1981-1990. Jakarta. Penerbit Buku Kompas.

Dharmaputra, E. (2005). Pergulatan Kehadiran Kristen di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia

Greenblatt, S. (2005). Renaissance Self Fashioning. Chicago: The University Chicago Press.

https://www.money.id/finance.diakses tanggal 2 Januari 2018.

http://www.transparency.org/news.room/faq1/corruption. diakses tanggal 2 Januari 2018.

http://www.worldbank.org./publicsector/anticorrupt_faq. diakses tanggal 2 Januari 2018.

Junus, U. (1986). Sosiologi Sastra: Persoalan Teori dan Metode. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pelajar Malaysia.

Korten, D.C. (2001). Menuju abad Ke-21: Tindakan Sukarela dan Agenda Global (Terj.). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

La Ode, M. D. (2012). Etnis Cina Indonesia dalam Politik: Politik Etnis Cina Pontianak dan Singkawang di Era Reformasi 1998-2008. Jakarta: Pustaka Obor Indonesia.

Lubis, M. (2008). Nirbaya: Catatan Harian Mochtar Lubis dalam Penjara Orde Baru. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Mullaly, B. (2007). Oppression: The Focus of Struktural Social Work. Don Millis: Oxford University Press, hal. 252-286.

Noor. A. (2009). Periode Keemasan Kedua Cerpen Indonesia . Jakarta: Kompas

Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006

Purwanto, B, (2003). “Historisisme Baru dan Penulisan Sejarah,” dalam Sastra Interdisipliner (ed. Muh. Arif). Yogyakarta: Qalam.

Sahetapy, J. E. (1998). Tumbangnya Orde Baru, Munculnya Orde Reformasi: Sebuah Anotasi untuk Romo Y.B Mangunwiyaja dalam Kompas edisi 3 Juni 1998. Hal. 4.

Salim, A, dkk. (2010). Serambi Mekkah yang Berubah. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Samandawai, S. (2001). Mikung: Bertahan dalam Himpitan, Kajian Masyarakat Marjinal di Tasikmalaya. Bandung: Yayasan AKATIGA.

Sunaryo. (2007). Instalasi Sunaryo (1998-2003) Saksi Tragedi Kemanusiaan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Suryakusuma, J. (2011). Ibuisme Negara Konstruksi Sosial Keperempuanan Orde Baru. Jakarta: Komunitas Bambu.

Taum, Y. Y. (2013). Representasi Tragedi 1965: Kajian New Historicism Atas Teks-teks Sastra dan Nonsastra Tahun 1966-1998. Disertasi. Yogyakarta: Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Tjondronegoro, SM. P. (1997). Gejala Organisasi dan Pengembangan Berencana dalam Masalah-masalah Pembangunan. Bunga Rampai Antropologi Terapan. Jakarta: LP3ES.

UU No. 31 Tahun 1999 UU dan No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Wieringa, Z.E. (2010). Penghancuran Gerakan Perempuan: Politik Seksual di Indonesia Pascakejatuhan PKI. Terj. Harsutejo. Yogyakarta: Penerbit Galang Press.

Winarta, F.H. (2009). Suara Rakyat Hukum Tertinggi. Jakarta: Penerbit Kompas.




DOI: https://doi.org/10.36567/aly.v14i1.125

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 ALAYASASTRA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ALAYASASTRA INDEXED BY:

       

   

   ________________________________________________________________________

@2017 Alayasastra (e-ISSN 2615-6024, p-ISSN 1858-4950)

Balai Bahasa Jawa Tengah

Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50272

Telepon +6224-76744357, 76744356; Faksimile +6224-76722358; Pos-el alayasastrabbjt@gmail.com

Powered by OJS

Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.